Kamis, 02 Mei 2013

Sule Jadi Gubernur Jawa Barat Dan Presidennya?, Harus Lebih Lucu Dari Sule




Manusia adalah hewan yang paling tahan menderita dan ia harus menciptakan tawa untuk mempertahankan kewarasannya - Nietzche.

Melepas kepenatan dari seharian bekerja menjadi sebuah kebutuhan. Kebutuhan akan “dunia baru” setelah sumpek di dunia kerja.

Mengapa OVJ di TV7, ratingnya bagus?. Mengapa stand up comedy jadi tren baru?. Mengapa tayangan-tayangan lawakan atau komedi lebih di apresiasi oleh masyarakat bawah dan kaum muda (tergantung kemasannya, segmen mana yang dituju) ?.

Indonesian Lawyers Club (ILC) di tv One, sidang-sidang di DPR yang ditayangkan di tv, pidato-pidato presiden, apakah tak lebih dari tayangan komedi juga?. Ya, komedi tingkat tinggi karena “dimainkan” oleh komedian-komedian tingkat tinggi pula. Yang sering di apresiasi oleh masyarakat dengan gaya bahasa satire berupa : Ironi (dengan gaya bahasa sindiran yang halus),  Sarkasme (dengan gaya bahasa sindiran yang kasar, cenderung mengejek, mencibir, menghina bahkan mencaci maki) dan Parodi (dengan gaya bahasa ‘plesetan).

Komedi adalah suatu bentuk kesusastraan yang diciptakan untuk menghibur dan seringkali digunakan untuk memperbaiki atau menjelaskan sesuatu melalui kelucuan-kelucuan. Komedi sering mempertunjukkan ketidakseimbangan, keanehan-keanehan, kebodohan tokoh-tokohnya yang sering digambarkan dalam bentuk karikatural atau dalam bentuk yang berlebihan. Semua itu dibuat agar tujuan atau pesan moral yang ingin disampaikan berhasil. - Encyclopedia Americana.

Zaman dahulu, humor pernah diklasifikasikan sebagai sesuatu yang kejam, agresif dan merendahkan derajat manusia. Pergeseran nilai terus berubah, Aristophanes, penulis komedi yangterkenal dari Yunani, mulai menertawakan manusia dan lembaga-lembaga yang diciptakannya sejak 400 SM.
Plato dan Aristoteles, mengocok perut dengan mempertunjukkan komedi dengan perbuatan-perbuatan “angkuh” dan di luar batas, saat itu telah diterima sebagai bagian dari kesusastraan.
Film-film bisu sejenis Charlie Chaplin kemudian muncul, memberikan kesempatan pada orang untuk mengejek dan menertawakan manusia lainnya.

Keajaiban dunia elektronik, radio, tv dan film bersuara membuat booming Komedi. Dan surga untuk para komedian (pelawak).

Apa jadinya jika para pejabat publik, para pengamat politik serta para lawyers (seperti yang ditayangkan tv One) beralih fungsi menjadi para komedian?. Lucu?, tergantung dari sudut mana kita memandangnya karena lucu atau humor itu adalah sebuah fenomena yang kompleks. Tidak ada teori umum atau definisi yang disepakati bersama tentang nilai lucu atau humor itu sendiri.

Apa jadinya jika para komedian atau para pelawak beralih fungsi menjadi pejabat publik, pengamat politik bahkan mungkin Lawyers?.  Lucu?, pasti sangat lucu. Bukankah fenomena-fenomena itu telah terjadi di negeri ini?.

Terkejut melihat sebuah tayangan infotainment, berita tentang Sule yang ingin dicalonkan jadi Gubernur Jawa Barat. Penulispun berandai-andai. Kalau Sule jadi Gubernur Jawa Barat, Presidennya harus lebih lucu dari Sule. Tidak perlu ada pemilu, cukup audisi saja 10 orang pelawak legendaris dan terkenal di negeri ini. Masyarakat tinggal SMS, vote siapa pelawak idola nya yang pantas jadi presiden. Misalnya : Reg SPASI PARTO Presidenku. kirim ke 911. Pelawak yang paling banyak mendapatkan SMS, maka otomatis dialah yang akan menjadi presiden di negeri ini.

Seandainya ini terwujud, alangkah lucunya negeri ini?. Tidak perlu repot-repot lagi, untuk mencari seorang komedian atau pelawak saja mesti pakai kampanye dan PEMILU yang menelan anggaran negara (baca: uang rakyat) yang besar dan cenderung diselewengkan.


 kutu kata, Sule Jadi Gubernur Jawa Barat Dan Presidennya?, Harus Lebih Lucu Dari Sule, 14042012

Referensi :
- Wikipedia Indonesia.
- Encyclopedia Americana.
- Infotainment-infotainment.


Ilustrasi Gambar :  nandazaimiz.wordpress.com

Tidak ada komentar: