Kamis, 02 Mei 2013

Pohon Kata-Kata Yang Tumbuh Di Halaman Batinku



Pohon kata-kata yang tumbuh di halaman batinku.

"Bu, sejak kapan ia tumbuh?"

"Bersamaan dengan kau tumbuh dan mulai bisa berkata-kata." Jawab ibu.

"Rawat dan jagalah ia!" Pinta ibu, "semai dan pupuki juga!"

"Biar tumbuh rimbun dengan berjuta aksara yang berjuntai-juntai menyapa."
"Akarnya 'kan menancap kuat di jiwa yang basah. Disitulah tempat para penyair berteduh lelah.Bertatap kata dengan Dia sang pencipta kata." Begitu cerita ibu tentang pohon kata-kata yang tumbuh di halaman batin sang penyair.
Aih, pohon kata-kata yang indah, batangnya adalah cipta, ranting-rantingnya adalah karya, tunas-tunasnya adalah asa. Kagumku dal;am hati.
"Ibu, bilakah pohon kata-kata ku seindah pohon kata-kata sang penyair?"

"Sayangi ia dengan segala rasa dan warna. Cinta ia dengan segenap jiwa dan raga.Karena ia adalah lidah, darah dan nyawamu juga." Pesan ibu kepadaku.

Benar kata ibu, pohon kata-kataku sudah tumbuh dan tak malu lagi bercerita padaku.
Tentang surga, tentang Dia … yang suatu ketika aku sempat bertegur sapa dengan-Nya.


*****

Kutu Kata  , Pohon Kata-Kata Yang Tumbuh Di Halaman Batinku, 13052012



Ilustrasi Gambar :  suelifenixando.blogspot.com

Tidak ada komentar: