Ini adalah
surat-surat diamku.
Surat yang
hanya kusimpan dalam kotak sepi.
Surat diam
yang bercerita pada angin malam,
Surat yang
ku tulis dengan jiwa penuh rasa.
Surat yang
tak pernah kau baca hingga membatu.
Istriku,
Mari lah
kita duduk di kursi batu teras rumah kita.
Duduk di
lautan kesyahduan bintang-bintang.
Bercengkerama
di gelap malam dicemburui terang bulan.
Duduk
diam. Bercakap-cakap tanpa kata.
Burung
malam bercit-cit pilu.
Temani
perginya malam.
Istriku,
inilah duduk dan saling diam yang begitu indah karena kita telah sama-sama
mengerti bahwa semua persoalan hidup akan dijernihkan dan digenapkan oleh sang
waktu. Dan Waktu jua yang kan menyembuhkan dengan hikmah.
Istriku,
Jika waktu t’lah terbaring hening
kisah kasih kita tinggallah sketsa
memudar meredup begitu saja.
seperti bintang yang tenggelam dan langit pun kosong.
Jika waktu t’lah terbaring hening
kisah kasih kita tinggallah sketsa
memudar meredup begitu saja.
seperti bintang yang tenggelam dan langit pun kosong.
Istriku,
Suratku yang membatu. Surat-surat yang tak pernah kukirimkan padamu.
Berharap kelak jika ku t’lah tiada. Kau pun tahu betapa aku mencintaimu.
Suratku yang membatu. Surat-surat yang tak pernah kukirimkan padamu.
Berharap kelak jika ku t’lah tiada. Kau pun tahu betapa aku mencintaimu.
Istriku,
Kenang-kenangkanlah aku yang penuh cela ini.
Ceritakan pada anak-anak kita tentang seorang ayah yang membanggakan.
Ceritakan pada anak-anak kita tentang seorang suami yang bertanggung jawab.
Kenang-kenangkanlah aku yang penuh cela ini.
Ceritakan pada anak-anak kita tentang seorang ayah yang membanggakan.
Ceritakan pada anak-anak kita tentang seorang suami yang bertanggung jawab.
Suamiku
Bagai
berdzikir ku baca surat-surat diammu.
Surat yang
kau tulis dengan air mata.
Suamiku,
Didalam
makammu ku kubur suratmu yang membatu.
Kenang-kenangkanlah
aku. Katamu.
Kan selalu
ku kenang walau tinggal sebuah pusara bernisan cinta.
Suamiku,
Percakapan
kita yang tanpa kata.
Kan selalu
tersimpan dalam pori-pori misteri jiwaku.
*****
Kutu Kata,
Suratku Yang Membatu, 24062012
Ilustrasi Gamabar : etsy.com
Ilustrasi Gamabar : etsy.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar