Kamis, 02 Mei 2013

Apakah Aku Telah Bahagia?



Aku bertanya padaku sendiri, apakah aku t’lah bahagia?.
Seberapa bahagianyakah aku?.
Apakah yang ku maksud bahagia adalah tentang kelimpahan harta materi kekayaanku?. Apakah aku sedang membicarakan itu?.
Apakah aku yang belum berkelimpahan harta materi kekayaan boleh berbicara tentang kebahagiaan?.
Untung saja aku bukan juru hitung. Tak ada yang bisa ku hitung karena memang tak ada yang pantas ku hitung.
Dan aku bukanlah pengumpul materi yang cekatan. Karena aku pun tak tahu apa yang t’lah ku kumpulkan selama ini?.
Apa yang t’lah ku miliki?. Jika jiwa ku pun bukanlah milikku.
Apa yang t’lah ku rekat erat-erat?. Jika ruh ku pun kelak akan Kau ambil kembali.
Tuhan, apakah aku benar-benar t’lah bahagia?.
Mungkin Kau hanya akan menjawab ; bukankah kau masih punya iman?.
Ketika aku bertanya tentang harta kekayaan, Kamu cuma berbisik ; bukankah kau t’lah Ku beri akal pikiran?.
Tuhan, tunjukkanlah aku selalu jalan yang benar. Jalan yang selalu Engkau ridhoi.
Apakah hati nuranimu sudah enggan bicara?. Atau pendengaranmu t’lah tuli?. Begitu selalu Kau jawab do’a-do’aku.
Biarkan ku selalu bertanya-tanya pada Mu, Tuhan. Mungkin begitu cara ku dekat dengan-Mu.
Aku si fakir syukur.
Apakah makna kese dihan dan kebahagiaan di mataku?.
Bisa jadi sangat berbeda di mata-Mu, Tuhan?.
Aku si miskin hikmah dan si pengeluh ini, mengapa masih saja Kau kangenin?.
Kau sapa aku dalam kesusahan dan kesedihan. Agar selalu ku mengingat-Mu dan dekat dengan-Mu.
Aku hanyalah orang biasa. Dan Engkau adalah Tuhan yang luar biasa.
Karena sejatinya bahagiaku adalah seberapa besar cintaku pada-Mu, Tuhan.
*****
 Kutu Kata, Apakah Aku Bahagia?, 28082012

Tidak ada komentar: