Kau aduk rasa hingga larut dalam jiwa.
Kehangatannya temani kala hatimu gamang.
Tak tahu mau kemana dan sudah sampai dimana
hatimu?. Tak tahu hatimu telah berbuat apa dan untuk apa?.
Kenikmatannya kan terasa kala sepi, kau hirup ia
penuh takdzim.
Sambil berucap syukur,”Tuhan, waktu datang dan
berlalu begitu cepat tapi Kau masih tetap disini, menetap dihatiku.”
Begitulah cara Dia tanamkan damai direlung hati.
Begitulah cara Dia semaikan kasih di lubuk jiwa.
Begitulah cara Dia tumbuhkan cinta diantara kita.
Begitulah cara Dia satukan hati yang saling
berserak.
Kebahagiaan bukan sekedar adanya kesempatan yang
datang.
Kebahagiaan adalah tentang sebuah pilihan.
Semoga kita bijak memilih kebahagiaan baik dalam
bersama atau berpisah. Dalam suka maupun duka, Dalam sedih maupun gembira,
Dalam sempit maupun lapang. Bahagia dalam tangis maupun tawa.
Begitu cara Dia ajarkan kita tentang hidup dan
kehidupan.
Pandanglah ke depan, karena hidup tak pernah mundur
kebelakang.
Tegakkan kepala,tekadkan hati.
Que sera sera, karena yang telah terjadi biarlah
terjadi…
Di nol kilometer kutulis catatan ini.
*****
Kutu Kata, Secangkir Kehangatan, 11072012
Ilustrasi Gambar : www.etsy.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar