Kamis, 02 Mei 2013

Secangkir Kehangatan




Siapakah yang telah memberimu sesendok getir untuk kau aduk dalam secangkir manis kehidupan?.
Kau aduk rasa hingga larut dalam jiwa.
Kehangatannya temani kala hatimu gamang.
Tak tahu mau kemana dan sudah sampai dimana hatimu?. Tak tahu hatimu telah berbuat apa dan untuk apa?.
Kenikmatannya kan terasa kala sepi, kau hirup ia penuh takdzim.
Sambil berucap syukur,”Tuhan, waktu datang dan berlalu begitu cepat tapi Kau masih tetap disini, menetap dihatiku.”
Begitulah cara Dia tanamkan damai direlung hati.
Begitulah cara Dia semaikan kasih di lubuk jiwa.
Begitulah cara Dia tumbuhkan cinta diantara kita.
Begitulah cara Dia satukan hati yang saling berserak.
Kebahagiaan bukan sekedar adanya kesempatan yang datang.
Kebahagiaan adalah tentang sebuah pilihan.
Semoga kita bijak memilih kebahagiaan baik dalam bersama atau berpisah. Dalam suka maupun duka, Dalam sedih maupun gembira, Dalam sempit maupun lapang. Bahagia dalam tangis maupun tawa.
Begitu cara Dia ajarkan kita tentang hidup dan kehidupan.
Pandanglah ke depan, karena hidup tak pernah mundur kebelakang.
Tegakkan kepala,tekadkan hati.
Que sera sera, karena yang telah terjadi biarlah terjadi…
Di nol kilometer kutulis catatan ini.
*****

Kutu Kata, Secangkir Kehangatan, 11072012

Ilustrasi Gambar : www.etsy.com

Tidak ada komentar: