Sore
sepulang dari studio, Wan mendapat surat panggilan dari Kepolisian Daerah
tempatnya tinggal. Wan bingung, apa kesalahan yang ia buat hingga mendapat
surat panggilan tersebut.
Wan
ada di ruang interogasi kedap suara dihadapkan kepada 2 polisi intel. Yang
berbadan jangkung kurus berpakaian kemeja lengan panjang dan berdasi. Sedangkan
yang satunya lagi, berbadan gempal dengan tinggi badan sedang, Selanjutnya kita
sebut saja si jangkung kurus itu : Starsky dan yang gempal sedang itu : Hutch.
Lengkap sudah Starsky and Hutch. Komandannya yang memantau dari balik kaca
adalah Mr. Dobey.
“Kamu
harus beri keterangan yang sebenarnya, Kalau tidak… . Kalau tidak, apa Hutch?.”
Tanya Strasky.
“Gebukin!.”
Kata Hutch galak.
Wan
cuma bengong, gak ngerti apa maksud dari kedua polisi tersebut.
“Benar
anda managernya Lady Gaga?.” Tanya Strasky pada si pesakitan, Wan.
“Iya
Pak, benar.”
“Hmm,
awal yang baik, Bro!, Ku harap sebelum makan siang pekerjaan kita sudah
selesai.” Kata Hutch.
“Ada
apa Hutch?, cewe sexy siapa lagi yang mau kau bohongi?. Apa aku belum kenal
cewe itu?.” Tanya Starsky.
“Hahaha…
resiko orang ganteng,Bro. Kalau kita cepat selesai, kau akan aku kenalkan
dengan Marla. Dan akan aku bujuk Marla untuk membawa temannya yang sexy juga,
agar kita bisa date bersama.”
“Hahaha,
setuju aku Hutch!, mumpung aku masih jomblo.” Kata Starsky ceria.
“OK,
friend, kita lanjutkan. Apa hubungannya anda dengan LG?.”
“Apa
itu LG?.” Tanya Wan bingung.
“Lady
Gaga, goblok!.” Teriak Hutch mulai emosi. “Sudah jawab saja, anda gak punya hak
untuk bertanya!.”
“Tadi
kan saya sudah bilang kalau saya managernya.”
“Kamu
orang mana?. Amerika ya, kok bisa jadi managernya Lady Gaga?.” Tanya Starsky
lagi.
“Amerika
opo, wong saya ini aslinya Slawi, Pak. Ngetan dikit dari Tegal, Pak.”
“Jawab
serius!, kami tidak sedang melawak!. Semua jawaban anda di bawah sumpah!, kalau
anda jawab asal-asalan, tau rasa!, bogem mentah ini akan mendarat di muka
anda.” Kata Hutch marah.
Wan
langsung diam, ketakutan.
“Benar,
kamu punya CD (baca : celana dalam) bermotif bendera Amerika?.” Giliran Hutch
yang bertanya.
Wan
berfikir sebentar lalu menjawab. “Lupa saya, Pak!.”
Brakkkk!.
Hutch menggebrak meja. Lalu Hutch duduk di tepi meja persis berhadapan dengan
si pesakitan.
“Iii,
iii ya, Pak saya punya. Dulu saya beli di pasar Gubeng.”
“Saya
gak Tanya!.” Bentak Hutch. “Lanjutkan, Bro!.” Kata Hutch pada Starsky.
“Tapi
instingku yakin kalau orang ini benar, antek Amerika, Bro!, sudah jelaskan?,
dia fanatic berat dengan Amerika sampai CD nya saja Amerika.” Kata Hutch.
“Kita
tidak boleh mengandalkan insting, Hutch. Kita harus dapatkan bukti-bukti yang
kuat sebelum menjebloskan orang ini kedalam penjara. Kamu tahu sendiri, Hutch…
Mr. Dobey akan marah kalau kita gagal.”
“Ah,
apa bisanya Mr. Dobey Cuma duduk-duduk, marah-marah lalu pipis!.”
“Hei,
Hutch!, kamu lupa kalau Mr. Dobey itu ada dibalik kaca dan mendengar semua
ocehanmu.”
“Hehehehe.
I’m Sorry Mr. Dobey, saya gak sengaja. Suer deh, saya gak bermaksud ngomong
begitu.” Kata Hutch cengengesan sambil memandang ke arah kaca besar yang
menempel di dinding.
“Kurang
ajar!.” Mr. Dobey berusaha menahan marah.
Setelah
kurang lebih dua jam berdebat. Akhirnya Starsky and Hutch pun kecapean.
“Sial
,Bro…gara-gara Lady Gaga aku jadi gagal kencan dengan Marla.” Kata Hutch kesal.
“Sabarlah
Hutch, bukankah kamu bisa kencan dengan wanita sexy lainnya?, stock kamu
banyakkan?.”
“Kamu
memang pintar, Bro, nanti aku hubungi cewe-cewe yang lain.”
“Hehehehe,
by the way Hutch, bagi aku satu dong yang bekas kamu juga gak apa-apa, sudah
bosan ngejomblo nih.”
Tiba-tiba
saja…
Mr.
Dobey masuk sambil menggebrak pintu membuat Starsky and Hutch kaget.
“Starsky
and Hutch!.” Teriak Mr. Dobey.
“Siap,
Kapten!.” Jawab Starsky and Hutch bersamaan.
“Surat
dari Markas Besar sudah turun. Larangan konser untuk Lady Gaga di seluruh tanah
air.” Kata Mr. Dobey.
“Hah!.”
Wan kaget.
“Pak,
mohon kami jangan dilarang konser, anak istri kami mau dikasih makan apa
nanti!.” Kata Wan memohon.
“Apa
urusannya dengan kami!.” Kata Hutch sombong.
“Hei!,
kamu dengar itu!. Ini sudah perintah “pusat”, semua perintah harus dilaksanakan
dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.” Kata Starsky panjang lebar.
“Bagus
kamu Starsky, teori kamu tentang disiplin dan tanggung jawab dapat nilai
Sembilan. Prakteknya, hahahaha… parah, ancur banget!.” Kata Mr. Dobey mengejek
Starsky.
“Sorry,
Dan. Maksudnya?.” Tanya Starsky tersinggung pada Mr. Dobey.
“So
… what gitu loch!. Kamu lupa?. Waktu kamu “palakin” para pedagang kaki lima,
para “timer” angkot, para banci, para PSK dan para pengedar narkoba.”
“Oh,
gitu loch!. OK, Boss, saya berbuat begitu kan setor juga ke Boss.” Kata Starsky
mengejek komandannya.
“Iya,
Boss, aku dan Starsky melakukan itu kan memang disuruh Boss juga!. Kata Boss ;
bagi-bagi rejeki istilahnya.” Jelas Hutch membela temannya.
“Jadi,
Boss gak boleh marah dong sama Starsky.” Jelas Hutch pada Mr. Dobey.
“Hahaha,
siapa yang marah?. Aku gak marah cuma kesal dengan kerja kalian!. Disuruh
interogasi malah ngomongin soal cewe-cewe sexy.”
“Sorry,
Boss. Saya kasihan dengan Starsky sudah lama ngejomblo. “ Kata Hutch.
“Memangnya
stock kamu banyak, Hutch?.” Tanya Mr. Dobey.
“Boss
mau juga?.” Tanya Starsky pada komandannya.
“Hehehe,
boleh juga tuh!.” Kata Mr. Dobey cengengesan.
“Pak!,
Pak!, Hoooi, nasib saya gimana nih?.” Tanya Wan. “Sampai kapan saya dilarang
konser?.”
“Sampai
batas waktu yang tidak di tentukan.” Jawab Mr. Dobey tegas.
*****
Wan
memberikan surat yang berisi larangan konser kepada para anggota band nya. Para
anggota dengan wajah sedih satu persatu membaca surat itu.
“Gimana
Dong?, kalau kita gak konser-konser, keluarga kita bisda kelaparan.” Kata si
Gitaris.
“Wah,
mana kreditan panci belum lunas lagi.” Sesal si pemain gendang.
“Apa
gak ada cara lain, Wan?. Bagaimana kalau kita bubarkan saja Lady Gaga?.” Kata
si Bassis.
“Jangan!,
jangan di bubarin. Lady Gaga sudah eksis. Sudah punya penggemar yang fanatik.”
Kata si penata sound system.
“Bagaimana,
Ledi?, kamu ada usul gak?.” Tanya Wan pada gadis muda, penyanyinya.
Si
Ledi Gagawati yang ditanya cuma diam. Tak lama kemudian, ia menangis.
“Ooooeeek, Ooooeeek.”
“Kamu
nangis atau mau muntah sih?.” Ledek si pemain suling.
“Kalau
Lady Gaga di bubarin, aku akan kembali lagi jadi petani. Menjadi si Ledi
Gagawati, cewek kampung dan tidak dikenal orang.”
“Iya,
aku juga gak setuju kalau Lady Gaga dibubarkan karena Lady Gaga adalah hidup
dan mati kita. Tapi apa mau dikata?, Lady Gaga dilarang konser di Indonesia
sampai batas waktu yang tidak di tentukan.” Kata Wan bijak.
“Huh,
kejam!.” Kata si Ledi, penyanyi.
“Najis!.”
Kata pemain gendang.
“Norak!.”
Kata si gitaris.
“Badut-badut
politik!.” Kata si pemain Bass dengan gaya bahasa yang elit.
“Au
ah, gelap!.” Kata si penata sound system.
“Aha!.”
Kata si pemain suling penuh semangat. “Aku ada ide, cling!, cling!, cling!.”
Semua
anggota Lady Gaga nengok ke arah si pemain suling, termasuk Wan sang manager.
“Maksud
lo?.” Tanya mereka serempak.
“Kita
ganti saja nama band kita!. Sebelumnya kan : OM Lady Gaga, kita rubah
saja sedikit, tambahkan huruf K dan H jadi : OMK Lady Gagah.
“Jadi
apa kepanjangan nya?.” Tanya Wan pada si pemain suling.
“Orkes
Melayu Koplo Lady Gagah. Bagaimana, keren kan?. Perbedaannya kan sedikit,
masyarakat kita pasti maklum deh, apa sih bedanya Lady Gaga dengan Lady Gagah.
Malah menurut aku, namanya terkesan lebih gagah.” Jelas si pemain suling.
“Apalagi
aku yang orang sunda. Kalau bilang Lady Gaga ya nyebutnya ; Lady Gagah.” Kata
Si Ledi Gagahwati.
Semua
anggota band senang, tersenyum dan mukanya langsung ceria.
“Yang
dilarang kan Lady Gaga, bukannya Lady Gagah?. Betulkan, Boss?.” Tanya si pemain
suling.
“Hehehe,
betul juga sih. Gimana yang lain setuju?.” Tanya Wan pada anggotanya.
*****
Pada
hari minggu, di siang yang terik. Terdengar seseorang yang sedang berbicara
menggunakan HT (Handie Talkie).
“Kijang
gendut!, Kijang gendut!, Kijang kribo dan kijang bule disini… Kijang kribo dan
kijang bule panggil!.” Kata Starsky.
Dan
Hutch sambil merokok memandang OMK Lady Gagah sedang manggung. Sementara
Starsky sibuk laporan, Matanya Hutch gak pernah lepas pada si penyanyi sexy
itu.
“Masuuuuuk,
Kijang gendut disini menunggu umpan.” Kata Mr. Dobey di kantornya.
“Umpan
sudah ganti baju, Kijang gendut. Sekarang bajunya bukan Lady Gaga tapi mereka
tambahkan huruf H, jadi Lady Gagah. Bagaimana apa perlu dikondisikan, Kijang
gendut?.”
“Maksudnya?.
Lady Gagah pakai H belakangnya, Kijang kribo?.”
“Betul,
Kijang gendut.”
“Yang
dilarangkan Lady Gaga, sesuai surat dari markas pusat. Bukan Lady Gagah, jadi
pantau saja terus umpan kita.”
“Siap,
Kijang gendut.”
“Kijang
bule dimana?.” Tanya Mr. Dobey.
“Anu,
Kijang gendut. Kijang bule sudah asyik di depan panggung. Hehehe, joget-joget
sama penyanyinya yang sexy sambil nyawer.”
“Hah!,
kurang ajar!, kijang bule, kijang bule panggil!, kinjang bule panggil!.” Teriak
Mr. Dobey.
Starsky
mematikan HT nya, lalu meluncur bergabung dengan Hutch. Joget dangdut sambil
nyawer, asyiiiik.
*****
Kutu Kata, Lady Gaga, Starsky and Hutch, 29052012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar