Kamis, 02 Mei 2013

Lady Gaga, Starsky and Hutch



Sore sepulang dari studio, Wan mendapat surat panggilan dari Kepolisian Daerah tempatnya tinggal. Wan bingung, apa kesalahan yang ia buat hingga mendapat surat panggilan tersebut.
Wan ada di ruang interogasi kedap suara dihadapkan kepada 2 polisi intel. Yang berbadan jangkung kurus berpakaian kemeja lengan panjang dan berdasi. Sedangkan yang satunya lagi, berbadan gempal dengan tinggi badan sedang, Selanjutnya kita sebut saja si jangkung kurus itu : Starsky dan yang gempal sedang itu : Hutch. Lengkap sudah Starsky and Hutch. Komandannya yang memantau dari balik kaca adalah Mr. Dobey.
“Kamu harus beri keterangan yang sebenarnya, Kalau tidak… . Kalau tidak, apa Hutch?.” Tanya Strasky.
“Gebukin!.” Kata Hutch galak.
Wan cuma bengong, gak ngerti apa maksud dari kedua polisi tersebut.
“Benar anda managernya Lady Gaga?.” Tanya Strasky pada si pesakitan, Wan.
“Iya Pak, benar.”
“Hmm, awal yang baik, Bro!, Ku harap sebelum makan siang pekerjaan kita sudah selesai.” Kata Hutch.
“Ada apa Hutch?, cewe sexy siapa lagi yang mau kau bohongi?. Apa aku belum kenal cewe itu?.” Tanya Starsky.
“Hahaha… resiko orang ganteng,Bro. Kalau kita cepat selesai, kau akan aku kenalkan dengan Marla. Dan akan aku bujuk Marla untuk membawa temannya yang sexy juga, agar kita bisa date bersama.”
“Hahaha, setuju aku Hutch!, mumpung aku masih jomblo.” Kata Starsky ceria.
“OK, friend, kita lanjutkan. Apa hubungannya anda dengan LG?.”
“Apa itu LG?.” Tanya Wan bingung.
“Lady Gaga, goblok!.” Teriak Hutch mulai emosi. “Sudah jawab saja, anda gak punya hak untuk bertanya!.”
“Tadi kan saya sudah bilang kalau saya managernya.”
“Kamu orang mana?. Amerika ya, kok bisa jadi managernya Lady Gaga?.” Tanya Starsky lagi.
“Amerika opo, wong saya ini aslinya Slawi, Pak. Ngetan dikit dari Tegal, Pak.”
“Jawab serius!, kami tidak sedang melawak!. Semua jawaban anda di bawah sumpah!, kalau anda jawab asal-asalan, tau rasa!, bogem mentah ini akan mendarat di muka anda.” Kata Hutch marah.
Wan langsung diam, ketakutan.
“Benar, kamu punya CD (baca : celana dalam) bermotif bendera Amerika?.” Giliran Hutch yang bertanya.
Wan berfikir sebentar lalu menjawab. “Lupa saya, Pak!.”
Brakkkk!. Hutch menggebrak meja. Lalu Hutch duduk di tepi meja persis berhadapan dengan si pesakitan.
“Iii, iii ya, Pak saya punya. Dulu saya beli di pasar Gubeng.”
“Saya gak Tanya!.” Bentak Hutch. “Lanjutkan, Bro!.” Kata Hutch pada Starsky.
“Tapi instingku yakin kalau orang ini benar, antek Amerika, Bro!, sudah jelaskan?, dia fanatic berat dengan Amerika sampai CD nya saja Amerika.” Kata Hutch.
“Kita tidak boleh mengandalkan insting, Hutch. Kita harus dapatkan bukti-bukti yang kuat sebelum menjebloskan orang ini kedalam penjara. Kamu tahu sendiri, Hutch… Mr. Dobey akan marah kalau kita gagal.”
“Ah, apa bisanya Mr. Dobey Cuma duduk-duduk, marah-marah lalu pipis!.”
“Hei, Hutch!, kamu lupa kalau Mr. Dobey itu ada dibalik kaca dan mendengar semua ocehanmu.”
“Hehehehe. I’m Sorry Mr. Dobey, saya gak sengaja. Suer deh, saya gak bermaksud ngomong begitu.” Kata Hutch cengengesan sambil memandang ke arah kaca besar yang menempel di dinding.
“Kurang ajar!.” Mr. Dobey berusaha menahan marah.
Setelah kurang lebih dua jam berdebat. Akhirnya Starsky and Hutch pun kecapean.
“Sial ,Bro…gara-gara Lady Gaga aku jadi gagal kencan dengan Marla.” Kata Hutch kesal.
“Sabarlah Hutch, bukankah kamu bisa kencan dengan wanita sexy lainnya?, stock kamu banyakkan?.”
“Kamu memang pintar, Bro, nanti aku hubungi cewe-cewe yang lain.”
“Hehehehe, by the way Hutch, bagi aku satu dong yang bekas kamu juga gak apa-apa, sudah bosan ngejomblo nih.”
Tiba-tiba saja…
Mr. Dobey masuk sambil menggebrak pintu membuat Starsky and Hutch kaget.
“Starsky and Hutch!.” Teriak Mr. Dobey.
“Siap, Kapten!.” Jawab Starsky and Hutch bersamaan.
“Surat dari Markas Besar sudah turun. Larangan konser untuk Lady Gaga di seluruh tanah air.” Kata Mr. Dobey.
“Hah!.” Wan kaget.
“Pak, mohon kami jangan dilarang konser, anak istri kami mau dikasih makan apa nanti!.” Kata Wan memohon.
“Apa urusannya dengan kami!.” Kata Hutch sombong.
“Hei!, kamu dengar itu!. Ini sudah perintah “pusat”, semua perintah harus dilaksanakan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab.” Kata Starsky panjang lebar.
“Bagus kamu Starsky, teori kamu tentang disiplin dan tanggung jawab dapat nilai Sembilan. Prakteknya, hahahaha… parah, ancur banget!.” Kata Mr. Dobey mengejek Starsky.
“Sorry, Dan. Maksudnya?.” Tanya Starsky tersinggung pada Mr. Dobey.
“So … what gitu loch!. Kamu lupa?. Waktu kamu “palakin” para pedagang kaki lima, para “timer” angkot, para banci, para PSK dan para pengedar narkoba.”
“Oh, gitu loch!. OK, Boss, saya berbuat begitu kan setor juga ke Boss.” Kata Starsky mengejek komandannya.
“Iya, Boss, aku dan Starsky melakukan itu kan memang disuruh Boss juga!. Kata Boss ; bagi-bagi rejeki istilahnya.” Jelas Hutch membela temannya.
“Jadi, Boss gak boleh marah dong sama Starsky.” Jelas Hutch pada Mr. Dobey.
“Hahaha, siapa yang marah?. Aku gak marah cuma kesal dengan kerja kalian!. Disuruh interogasi malah ngomongin soal cewe-cewe sexy.”
“Sorry, Boss. Saya kasihan dengan Starsky sudah lama ngejomblo. “ Kata Hutch.
“Memangnya stock kamu banyak, Hutch?.” Tanya Mr. Dobey.
“Boss mau juga?.” Tanya Starsky pada komandannya.
“Hehehe, boleh juga tuh!.” Kata Mr. Dobey cengengesan.
“Pak!, Pak!, Hoooi, nasib saya gimana nih?.” Tanya Wan. “Sampai kapan saya dilarang konser?.”
“Sampai batas waktu yang tidak di tentukan.” Jawab Mr. Dobey tegas.
*****
Wan memberikan surat yang berisi larangan konser kepada para anggota band nya. Para anggota dengan wajah sedih satu persatu membaca surat itu.
“Gimana Dong?, kalau kita gak konser-konser, keluarga kita bisda kelaparan.” Kata si Gitaris.
“Wah, mana kreditan panci belum lunas lagi.” Sesal si pemain gendang.
“Apa gak ada cara lain, Wan?. Bagaimana kalau kita bubarkan saja Lady Gaga?.” Kata si Bassis.
“Jangan!, jangan di bubarin. Lady Gaga sudah eksis. Sudah punya penggemar yang fanatik.” Kata si penata sound system.
“Bagaimana, Ledi?, kamu ada usul gak?.” Tanya Wan pada gadis muda, penyanyinya.
Si Ledi Gagawati yang ditanya cuma diam. Tak lama kemudian, ia menangis. “Ooooeeek, Ooooeeek.”
“Kamu nangis atau mau muntah sih?.” Ledek si pemain suling.
“Kalau Lady Gaga di bubarin, aku akan kembali lagi jadi petani. Menjadi si Ledi Gagawati, cewek kampung dan tidak dikenal orang.”
“Iya, aku juga gak setuju kalau Lady Gaga dibubarkan karena Lady Gaga adalah hidup dan mati kita. Tapi apa mau dikata?, Lady Gaga dilarang konser di Indonesia sampai batas waktu yang tidak di tentukan.” Kata Wan bijak.
“Huh, kejam!.” Kata si Ledi, penyanyi.
“Najis!.” Kata pemain gendang.
“Norak!.” Kata si gitaris.
“Badut-badut politik!.” Kata si pemain Bass dengan gaya bahasa yang elit.
“Au ah, gelap!.” Kata si penata sound system.
“Aha!.” Kata si pemain suling penuh semangat. “Aku ada ide, cling!, cling!, cling!.”
Semua anggota Lady Gaga nengok ke arah si pemain suling, termasuk Wan sang manager.
“Maksud lo?.” Tanya mereka serempak.
“Kita ganti saja nama band kita!. Sebelumnya kan : OM Lady Gaga, kita rubah saja sedikit, tambahkan huruf K dan H jadi : OMK Lady Gagah.
“Jadi apa kepanjangan nya?.” Tanya Wan pada si pemain suling.
“Orkes Melayu Koplo Lady Gagah. Bagaimana, keren kan?. Perbedaannya kan sedikit, masyarakat kita pasti maklum deh, apa sih bedanya Lady Gaga dengan Lady Gagah. Malah menurut aku, namanya terkesan lebih gagah.” Jelas si pemain suling.
“Apalagi aku yang orang sunda. Kalau bilang Lady Gaga ya nyebutnya ; Lady Gagah.” Kata Si Ledi Gagahwati.
Semua anggota band senang, tersenyum dan mukanya langsung ceria.
“Yang dilarang kan Lady Gaga, bukannya Lady Gagah?. Betulkan, Boss?.” Tanya si pemain suling.
“Hehehe, betul juga sih. Gimana yang lain setuju?.” Tanya Wan pada anggotanya.
*****
Pada hari minggu, di siang yang terik. Terdengar seseorang yang sedang berbicara menggunakan HT (Handie Talkie).
“Kijang gendut!, Kijang gendut!, Kijang kribo dan kijang bule disini… Kijang kribo dan kijang bule panggil!.” Kata Starsky.
Dan Hutch sambil merokok memandang OMK Lady Gagah sedang manggung. Sementara Starsky sibuk laporan, Matanya Hutch gak pernah lepas pada si penyanyi sexy itu.
“Masuuuuuk, Kijang gendut disini menunggu umpan.” Kata Mr. Dobey di kantornya.
“Umpan sudah ganti baju, Kijang gendut. Sekarang bajunya bukan Lady Gaga tapi mereka tambahkan huruf H, jadi Lady Gagah. Bagaimana apa perlu dikondisikan, Kijang gendut?.”
“Maksudnya?. Lady Gagah pakai H belakangnya, Kijang kribo?.”
“Betul, Kijang gendut.”
“Yang dilarangkan Lady Gaga, sesuai surat dari markas pusat. Bukan Lady Gagah, jadi pantau saja terus umpan kita.”
“Siap, Kijang gendut.”
“Kijang bule dimana?.” Tanya Mr. Dobey.
“Anu, Kijang gendut. Kijang bule sudah asyik di depan panggung. Hehehe, joget-joget sama penyanyinya yang sexy sambil nyawer.”
“Hah!, kurang ajar!, kijang bule, kijang bule panggil!, kinjang bule panggil!.” Teriak Mr. Dobey.
Starsky mematikan HT nya, lalu meluncur bergabung dengan Hutch. Joget dangdut sambil nyawer, asyiiiik.
*****
Kutu Kata, Lady Gaga, Starsky and Hutch, 29052012

Tidak ada komentar: