Kamis, 02 Mei 2013

Dimanakah Aku?



Pagi Tuhan,
Sepagi ini Kau tuangkan rindu yang masih mengepul dalam cangkir keraguan.
Aku reguk juga ‘tuk hangatkan rinduMu dalam kenangan.
Embun diujung daun sesaat lalu t’lah menetas.
Semburat jingga diufuk timur menyapa tanya.
Semalaman aku terjaga dijejali kata tak berjawab.
Dimanakah akal?. Kutanyakan pada otak.
Dimanakah nurani?. Kutanyakan pada hati.
Dimanakah aku?. Kutanyakan pada diam.
Mereka cepat-cepat menjawab, “di bumi.”
Dimanakah bumi?. Kutanyakan pada mereka.
“Lihatlah gugusan bintang yang berkelap di kelip malam.” Kata mereka lagi.
“Jika sebuah galaksi hanyalah sebesar apel.
Matahari sebagai porosnya adalah biji apel itu.
Dan bumi beserta bintang-bintang lainnya adalah titik-titik putih dari daging apel itu.” Jelas mereka lagi.
Jika bumi hanyalah sebuah titik putih dari apel itu, bagaimana dengan aku?.


Dimanakah aku?.
Sebuah tanya yang beranak tanya, “Siapakah aku?. Dan untuk apa aku ada?.”
Sebuah pencarian adi alami.
Pagi Tuhan,
RinduMu t’lah kureguk habis. Tinggal cangkir keraguan kosong tak bertepi.
Panganan syukurMu temani nikmat sepiku.
Oh iya Tuhan, bicara tentang Mu, akal atau jiwaku kah yang ‘kan menyimpulkan?.
Dan iman. Kata Mu singkat.
Kutanya iman pada keyakinan, semoga ia tak ikut-ikutan diam.
*****
Kutu Kata, Dimanakah aku?, 06072012

Ilustrasi Gambar : momoudy.blogspot.com

Tidak ada komentar: